Contact us

GeScripter.Blog@gmail.com

Learning Internet of Things

Jumat, 20 Desember 2019

Rangkaian Modul Relay tanpa Optocoupler


Sebelumnya kita telah belajar tentang bagaimana mengontrol modul Relay tinggal pakai dengan Arduino UNO yang bisa kita temukan dengan mudah ditoko komponen elektronika. Modul Relay sebenarnya memiliki rangkaian yang bisa dibilang lumayan sederhana hanya seperti rangkaian ON dan OFF saja. Modul Relay yang banyak dijual ditoko menggunakan rangkaian yang memiliki komponen bernama Optocoupler yaitu bisa dibilang pemisah aliran listrik. Tujuan pemasangan komponen Optocoupler ini bisa kalian lihat pada artikel sebelumnya tentang rangkaian pengaman. Kali ini kita akan membahas tentang rangkaian dasar modul relay tanpa menggunakan Optocoupler sebagai dasar nantinya sebelum kita belajar tentang modul relay yang telah menggunakan Optocoupler.

Komponen
  1. Relay 5V 5pin
  2. Transistor BC547
  3. Dioda 1N4004
  4. Resistor 330k
  5. Terminal Screw 3pin
  6. Pin Header 3pin
Rangkaian


Penjelasan
Rangkaian diatas adalah contoh rangkaian dasar untuk membuat modul relay yang dapat dioperasikan menggunakan mikrokontroler. Pertama kita akan belajar fungsi masing pin terlebih dahulu.
  1. Pada Pin Header (JP3).
    Pin 1 berfungsi sebagai VCC sebesar +5V yang terhubung ke mikrokontroler
    Pin 2 berfungsi sebagai Trigger yang akan digunakan untuk mematikan atau menyalakan Relay melalui Mikrokontroler
    Pin 3 berfungsi sebagai GND yang terhubung ke mikrokontroler
  2. Pada Terminal Screw 3pin (X1)
    Pin X1-1 berfungsi sebagai Normally Closed (NC) Relay
    Pin X1-2 berfungsi sebagai Ground Relay
    Pin X1-3 berfungsi sebagai Normally Open (NO) Relay
Selanjutnya adalah urutan bagaimana arus listri mengalir pada rangkaian sehingga rangkaian tersebut bisa bekerja sebagaimana mestinya. Modul relay hanya memiliki 2 keadaan yaitu ON dan OFF saja. Keadaan tersebut dipengaruhi oleh Trigger yang diberikan oleh Mikrokontroler.

Keadaan OFF
Pin Trigger menerima tegangan dari mikrokontroler sebesar 0V (Low) ini akan membuat transistor tidak akan meneruskan arus listrik dari pin Collector ke Ground (GND) melalui kaki Emitor. Sehingga Kontaktor didalam Relay tidak akan aktif karena tidak ada arus listrik yang mengalir.

Keadaan ON
Pin Trigger menerima tegangan dari mikrokontroler sebesar +5V (High) ini akan membuat transistor aktif dan arus listrik dari pin Collector diteruskan ke Ground (GND) melalui kaki Emitor. Sehingga Kontaktor di dalam relay akan dilewati arus listrik dan membuat medan magnet yang menarik Coil di dalam relay.

Begitulah bagaiamana cara rangkaian modul relay bekerja. Rangkaian diatas sudah saya tes menggunakan komponen yang sebenarnya dan hasilnya sesuai apa yang diharapkan. Kalian yang ingin membuat modul relay sendiri bisa gunakan skema rangkaian diatas dengan catatan rangkaian ini tidak cocok digunakan untuk mengontrol listrik tegangan tinggi terutama AC 220V karena tidak memiliki rangkaian pengaman Optocoupler. Rangkaian Modul Relay yang menggunakan rangkaian pengaman Optocoupler akan kita bahas dilain waktu. Terpenting harus mengerti terlebih dahulu bagaimana rangkaian dasar relay dapat bekerja. Rangkaian modul relay yang siap cetak untuk membuat PCB bisa kalian untuk pada link dibawah ini

Schematic : Saklar Elektrik.sch
PCB : Saklar Elektrik.pdf

Untuk membuka file Skematik diatas gunakan Software Autodesk EAGLE terbaru. Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung.



Keyoword :
Cara membuat Modul Relay menggunakan Transistor
Contoh rangkaian relay untuk mikrokontroler
Rangkaian Dasar Modul Relay untuk mikrokontroler
PCB modul Relay untuk Mikrokontroler
Skema rangkaian modul Relay

Tidak ada komentar:
Write komentar
Hay, jika kamu terbantu dengan materi dan tutorial dari kami, yuk Follow kami - https://twitter.com/gegeembrie
Subcribe Newsletter